Sumenep Mengapung

Oleh: Afiatur Rizkiyah

Siang ini hujan mengguyur Kota Kerisku. Air seolah tumpah dari langit. Deru angin pun menghempas air seolah menari penuh amarah. Petir pun menyambar bersahutan bak genderang perang. 

Lampu dipadamkan. Entah di bagian mana telah ada gangguan. Wah... jika begini terus biasanya Sumenep akan kebanjiran.

Kami duduk berkumpul menunggu redanya hujan. Tidak sampai satu jam, jalan di depan rumah pun mulai tak terlihat. Kami mendapat kiriman air dari jalan raya. Air sudah menggenang bagai kolam. Kurang 15 cm lagi, air akan masuk ke dalam rumah. Jalan kampung berubah menjadi sungai.

  




Entah sampai kapan kami harus ketakutan kala hujan datang. Apa yang akan terjadi jika hujan berlangsung lebih lama lagi. Tentu rumah kami akan tenggelam.

Bukan hanya di tempat kami. Di grup WA mulai ramai. Semua mengeluh, akibat banjir.

Wahai penguasa negeri, berilah kami solusi. Jangan biarkan rasa sedih menyelimuti rakyat kecil seperti kami.



Share on Google Plus

About Afiatur Rizkiyah

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

9 komentar :

  1. Semoga senantiasa di dalam lindungan Allah Subhaanahu

    BalasHapus
  2. Semoga senantiasa di dalam lindungan Allah Subhaanahu Wata'ala

    BalasHapus
  3. Semoga hujan segera surut dan Allah selalu memberikan perlindungan Aamiin Ya Robbal alamiin 🤲🤲🤲

    BalasHapus
  4. Saya Mila, sangat mengapresiasi Bu...semoga semakin semangat ya.. kerrennn. Hujan semoga bawa berkah, mungkin ada hal lain yang menjadi hikmah

    BalasHapus
  5. Tahun lalu kami mengalaminya dan terpaksa ngungsi ke lantai 2. Semoga tahun ini tak ada banjir lagi di rumah kami. Padahal Sumenep Madura dulu gak pernah kebanjiran

    BalasHapus