Oleh: Afiatur Rizkiyah
Resume ke-10
Gelombang: 24
Tanggal: 7 Februari 2022
Tema: Menulis itu Mudah
Narasumber: Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator: Raliyanti
Setelah menyelesaikan penulisan resume
Pelatihan Belajar Menulis PGRI hari ke-9, saya kembali bersiap menyimak materi
pertemuan ke-10. Saya sudah membaca flyer yang dibagikan di grup WA yang
menampilkan narasumber yang bernama Prof. Dr. Ngainun Naim.
Tepat pukul 19.00 WIB, Ibu Raliyanti
selaku moderator telah menyapa peserta dan memaparkan rundown acara malam ini. Moderator
cantik ini membuka pelatihan dan memperkenalkan narasumber hebat. Seorang dosen
di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, penulis buku dan jurnal, motivator,
serta pegiat Literasi.
Setelah membaca riwayat singkat Prof.
Dr. Ngainun Naim yang dibagikan oleh Ibu Raliyanti, saya benar-benar kagum
dengan karya narasumber kita tersebut. Terdapat beberapa jenis publikasi telah
beliau persembahkan. Ada 17 buku, 5 chapter buku, serta 27 jurnal akademik dan simposium
yang telah diterbitkan.
Materi malam ini sesuai dengan buku
beliau yang berjudul “Menulis itu Mudah” (Lamongan: Kamila
Press, 2021).
Menurut guru hebat kelahiranTulungagung pada 19 Juli
1975 ini, terdapat 6 kunci agar MENULIS ITU MUDAH dalam makna yang sebenarnya, di
antaranya adalah:
- Ubah pola pikir. Bangun pemahaman, keyakinan, dan kesadaran bahwa MENULIS ITU MUDAH. Tanamkan dalam diri. Tanamkan terus sekuat-kuatnya. Saat menghadapi kesulitan menuangkan ide dalam kalimat, yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah.
- Berlatih menulis. Agar menjadi penulis yang sukses maka HUKUMNYA WAJIB MENULIS SETIAP HARI, walaupun itu hanya satu paragraf. Menulis itu butuh proses dengan terus berlatih setiap hari.
- Banyak membaca. Menulis itu ibaratnya mengeluarkan TABUNGAN BACAAN yang ada di otak kita. Jika tidak pernah membaca terus apa yang akan dikeluarkan? Kita baca sedikit demi sedikit, pahami, renungkan, dan catat yang penting. Membaca itu pada prinsipnya UTAMAKAN PAHAM, BUKAN KATAM.
- Meluangkan waktu. Jangan menunggu waktu luang, tapi luangkan waktu untuk menulis. Jika setiap hari kita bisa meluangkan waktu setengah sampai satu jam untuk membaca dan menulis, hasilnya sangat luar biasa.
- Rajin mengamati, mencatat, dan mengolah apa yang sudah dicatat menjadi tulisan. Misalnya saat kita melakukan perjalanan, catat apa saja yang menarik.
- Belajar menulis pada para penulis. Dengan adanya grup belajar menulis, bisa dimanfaatkan sebagai media belajar. Kunjungi, baca, dan komentari tulisan demi tulisan di grup.
Untuk mengenal tulisan-tulisan beliau, kita bisa berkunjung pada Blog https://www.spirit-literasi.id/ dan https://ngainun-naim.blogspot.com/
Sebagaimana
malam-malam sebelumnya, kali ini banyak juga pertanyaan peserta yang diajukan
pada narasumber. Salah satunya dari Ibu Faridah, asal Kota Muna Sulawesi
Tenggara. mengenai cara Prof.
Dr. Ngainun Naim mengatasi kebuntuan saat menulis. Menurut beliau, kalau sedang
blank, biasanya beliau pergi ke dapur, membuat teh manis atau kopi, atau
minuman hangat lainnya. Setelah itu pergi ke teras rumah, meregangkan otot
pikiran. Setelah dirasa cukup, kembali cek tulisan untuk dibaca ulang. Jika
belum ada ide, tulisan diprint dan dibaca. Jika tetap belum ada, beliau akan
baca-baca buku atau cari data di internet. Bisa juga diskusi dengan kawan.
Dengan begitu biasanya ada ide yang menyambungkan kemacetan. Menulis itu ibarat
naik motor. Kalau macet berarti ada masalah bahan bakar atau yang lain. Lakukan
hal lain misalnya istirahat, ngopi, baca buku, dan tengok kembali tulisan kita.
Jeda tetapi tetap ingat yang ditulis. Bukan jeda tapi lupa dengan yang ditulis.
Sedangkan untuk trik mengawali dan
mengakhiri tulisan agar enak dibaca, menurut Prof. Ngainun Naim, tergantung
jenis tulisan. Jika tulisan di blog, gunakan teknik FREE WRITING. Pokoknya menulis apa saja yang ada di pikiran
sampai habis. Tapi jika tulisan ilmiah tentu beda. Sebelumnya harus membuat
draft, menulis, revisi, menulis lagi, revisi, menulis lagi, direview sejawat,
revisi lagi, dan begitu sampai menjadi tulisan yang baik.
Seorang peserta pelatihan yang bernama Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya
Lombok Tengah NTB menanyakan bacaan referensi yang mudah didapat. Menurut Prof.
Ngainun Naim, kita bisa mengunjungi https://scholar.google.co.id.
Di sini tersedia jutaan artikel jurnal dan buku. Bisa juga kunjugi: https://www.researchgate.net/.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.03 WIB. Sekitar 16
pertanyaan telah selesai dijawab. Saatnya pelatihan diakhiri dengan closing
statement narasumber.
Yakinlah bahwa Menulis itu Mudah.
Semoga dengan motivasi tersebut, saya bisa menulis dengan mudah dan berkarya dengan sebaik-baiknya
Mantap ,lengkap sekali tulisannya Bunda
BalasHapusGood job bunda
BalasHapusTop bunda.
BalasHapusLengalp dan rapih bunda 👍enak dipandang enak dibaca
BalasHapusTulisannya keren dan berkarakter. Semangat selalu bu
BalasHapusLengkap sangat bunda, ,
BalasHapusKeren Bunda, dapat motivasi lagi ni ntuk berlatih...keren Bund.
BalasHapusEnak dibaca
BalasHapusTerima kasih komennya Bapak/Ibu hebat. Semoga kita bisa segera merilis buku solo
BalasHapusKerenlah pokoknya👍👍
BalasHapusMantap dan lengkap bunda.
BalasHapusTulisan nya tambah ok aja.
BalasHapusSalam Literasi
Menarik, rapi dan bermanfaat👍
BalasHapusAamin terima kasih
HapusKerja bagus. Semangat literasi
BalasHapusTerima kasih, salam literasi
HapusLengkap dan memotivasi
BalasHapusTerima kasih bunda
HapusSalam literasi... Semangat
BalasHapusSalam literasi pula, salam kenal bunda
HapusTerima kasih
AKU Ibnu Muslim TAMBAH PENGALAMAN SETELAH MEMBACA TULISAN ANDA
BalasHapusSalam kenal tulisannya lengkap
BalasHapusSalam kenal juga Bunda, maaf baru sempat komen. terima kasih ya
HapusGood job, tulisannya mampu menyihir pembaca. Sajian khas berselera.
BalasHapusVery good...
BalasHapus