Oleh: Afiatur Rizkiyah
Resume ke-7
Gelombang: 24
Tanggal: 31 Januari 2022
Tema: Menulis Buku Mayor dalam Dua
Minggu
Narasumber: Prof. Richardus Eko
Indrajit
Moderator: Aam Nurhasanah
Layaknya tangga nada dalam sebuah lagu,
ada tangga nada mayor dan tangga nada minor. Ternyata dalam menulis buku, kita
akan menjumpai istilah mayor dan minor. Namun yang dimaksud dengan mayor atau
minor di sini adalah jenis penerbit yang akan membantu kita menerbitkan buku
yang kita tulis.
Karena penasaran, akhirnya saya mencoba
mencari, apa sih, perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit minor.
Dari hasil pencarian saya, dalam https://kepo.co/perbedaan-penerbit-mayor-indie-dan-self-publishing/
saya jadi tahu beberapa hal mengenai penerbit mayor dan penerbit minor atau
lebih dikenal dengan istilah penerbit indie.
Penerbit mayor memiliki skala yang
besar, baik dari segi popularitas serta jangkauan pasarnya. Agar tulisan kita
bisa dicetak melalui penerbit mayor, kita hanya perlu memikirkan konsep tulisan
yang menarik dan berkualitas. Jika pihak penerbit sudah menyetujui naskah yang
kita miliki, maka untuk mendesain cover, melakukan editing dan menentukan
layout akan menjadi tugas penerbit. Bahkan nantinya buku kita akan tercetak
lengkap dengan International Standart Book Number (ISBN) atau kode
identifikasi buku. Kita hanya perlu sedikit revisi sesuai arahan, sedangkan
untuk proses selanjutnya kita tinggal memantau dan menyetujui.
Sedangkan jika menerbitkan naskah
melalui penerbit indie, akan relatif lebih cepat daripada penerbit mayor. Meskipun
tidak menyortir naskah secara detail, penerbit indie tetap memperhatikan apakah
naskah yang kita kirim mengadung SARA atau melanggar kode etik penulisan
lainnya. Jika tidak, maka naskah tersebut bisa segera mereka proses untuk
terbit.
Menggunakan jasa penerbit indie, untuk
mendapat jasa seperti membuat layout, cover dan pemberian ISBN ini kita perlu
membayar sejumlah uang. Harga untuk tiap jasa dan masing-masing penerbit indie
bisa berbeda-beda. Sebaiknya kita melakukan sedikit survei terlebih dahulu agar
tahu mana yang jasa dan harganya sesuai dengan keinginan kita. Penerbit indie
biasanya akan memberikan paket jasa dengan harga tertentu. Jadi bisa
menyesuaikan untuk memilih paket yang sesuai dengan budget untuk menerbitkan
tulisan kita.
Penerbit mayor lebih sering menjadi
tujuan para penulis, demi mengejar prestise, sebab penerbit mayor dianggap
memiliki banyak kelebihan. Selain jangkauan buku luas, penerbit mayor juga
tidak memerlukan modal pribadi. Namun kita harus memiliki naskah tulisan yang
benar-benar bagus dan sesuai dengan karakter penerbit agar bisa bersaing dengan
banyak naskah lain, maka dari itu penulis harus sabar mengantre.
Untuk urusan kualitas baik penerbit
indie maupun penerbit mayor sebenarnya sama sama baik. Ada penerbit indie yang
juga ketat dalam melakukan seleksi naskah, atau hanya menerbitkan genre naskah
tertentu.
Selain ada penerbit mayor dan minor,
adapula istilah self publishing atau penerbitan mandiri. Mulai dari
editing, layout, cover dan proses yang lain kita kerjakan sendiri. Selanjutnya
adalah kerjasama antara penulis dengan percetakan untuk memperbanyak naskah
sesuai permintaan. Hak cipta dan isi dari naskah tersebut tetap menjadi
tanggung jawab penulis, tidak terikat kontrak atau semacamnya. Meskipun begitu,
tetap pastikan buku yang kita terbitkan tidak melanggar aturan yang berlaku.
Setelah mengenal perbedaan penerbitan buku,
saya lanjut menyimak pertemuan ke-7 pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Bunda
Aam selaku moderator, membuka pertemuan malam ini dengan menampilkan profil narasumber
hebat kita, yakni Prof. Richardus Eko Indrajit, yang lebih dikenal sebagai
Prof. Ekoji, dalam https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit.
Prof. Ekoji memaparkan perjalanan karirnya
sebagai dosen, penulis dan youtuber. Rasa senang menulisnya dimulai semenjak
tahun 1999, ketika berusia 30 tahun. Atas desakan mahasiswa beliau untuk
menuliskan hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998, menyebabkan para mahasiswa
tidak lagi sanggup membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal harganya karena
nilai dolar melambung tinggi tak terkendali.
Setelah kurang lebih 3 bulan, Prof.
Ekoji telah menulis mengenai 50 diagram, atau 50 artikel, kemudian menjadi satu
buku bunga rampai (campuran artikel seputar IT), dan mengirimkannya ke Gramedia,
ternyata buku tersebut diborong banyak orang (terutama mahasiswaa), dan sampai
dicetak ulang 3 kali dalam setahun. Hal itu membuat beliau menjadi ketagihan
menulis. Dan dapat keliling Indonesia gratis karena kerap mengisi berbagai seminar
di sejumlah kota-kota di Indonesia.
Akhirnya semenjak tahun 2000, beliau
konsisten menulis buku, setidaknya dalam satu tahun, bisa menerbitkan 2-3 buku.
Melalui berbagai penerbit di antaranya Elexmedia
Komputindo, Penerbit ANDI Yogyakarta, dan Grasindo.
Prof. Ekoji juga menerbitkan buku
bersama para mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan mengenai ragam software. Selain
itu Prof. Ekoji juga berkolaborasi bersama ayah beliau menulis buku fenomenal
terbitan berbagai penerbit mayor seperti: supply chain management,
manajemen persediaan, manajemen outsourcing, manajemen e-procurement,
dan business process reengineering.
Sementara untuk karir Prof. Ekoji sebagai
youtuber dimulai sejak adanya pandemi covid-19. Tanggal 20 Maret 2020, di hari
kelima PJJ, Prof. Ekoji memutuskan menjadi seorang Youtuber. Semua ilmu yang dimiliki
terkait dengan PJJ, dari hasil studi beliau di Universitas Negeri Jakarta, disampaikan
kepada seluruh masyarakat pendidikan melalui EKOJI CHANNEL.
Prof. Ekoji memberi tantangan bagi guru
yang ingin menulis dan menerbitkan buku melalui penerbit mayor dengan cara
mendaftarkan diri kemudian melakukan hal-hal berikut:
1.
Kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah
sebuah konten/tema yang menarik.
2. Tulislah APAPUN YANG DIKATAKAN Prof.
Ekoji dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan.
3. Strukturkan pembahasan Prof. Ekoji tersebut
dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting
(WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelementasikan
(WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya
(HOW).
4.
Perlihatkan draftnya pada Prof. Ekoji
agar dapat diteliti dan dikomentari.
5.
Guru diminta MEMPERKAYA pembahasan
dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain. Prof. Ekoji
mengajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.
Kelima langkah tersebut dilakukan dalam waktu 2-4
minggu. Setelah jadi buku dengan jumlah minimal 100 halaman, draft tersebut
diserahkan pada Penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL
ACADEMY.
Melalui telaah pihak penerbit sekitar 1-2 bulan
kemudian, akan diumumkan siapa saja guru yang bukunya akan diterbitkan dengan
revisi minor atau revisi mayor. Atau diputuskan pula dengan apakah diterbitkan,
apakah dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik. Alhamdulillah telah terbit
sebanyak 39 buku di seluruh wilayah Indonesia hingga saat ini, dan beberapa
lagi dalam bentuk draft yang sedang ditelaah oleh penerbit.
Karena Prof. Ekoji memiliki agenda lain yang tidak
dapat ditinggalkan, maka Prof. Ekoji mengakhiri materi dengan memberi tantangan
bagi peserta pelatihan yang ingin bergabung dalam kelas Menulis 2 Minggu
bertajuk “Februari Romantis”.
Tantangan bak gayung bersambut ini diikuti peserta
pelatihan dengan antusiasme yang tinggi. Prof. Ekoji meminta Bunda Aam
membuatkan list pendaftaran bagi peserta yang berminat.
Semoga saya pun bisa bergabung dalam kelas tersebut
dan berkarya bersama Prof. Ekoji.
Sampai jumpa di kelas menulis hebat selanjutnya.
Keren Bunda ,lengkap bgt resumenya
BalasHapusTerima kasih
HapusMantap....bgs bun
BalasHapusMator sakalangkong Bun
HapusKeren lanjut menuju tantangan prof eko
BalasHapusMonggo bun, kita ikut bareng
HapusKereen
BalasHapusInformasi nya mantap Bun, bahasanya enak diikuti sampe akhir...
BalasHapusLengkap lengkap semua tulisannya.
BalasHapusTerima kasih pencerahannya Bund terkait perbedaan penerbitan buku indi dan mayor. Top.
BalasHapusResume ini menaklukkan keangkuhanku
BalasHapusmantap bahasanya bu,salam literasi
BalasHapusSuka bacanya.. Salam Literasi🙏
BalasHapusKereen, apiknya resume Bu Afiatur.. Maasya Allah.
BalasHapusKeren Mantap
BalasHapusTerdapat refrenesi lain juga top
BalasHapusTeruslah berkarya dalam menulis sampai tulisanmu menemukan takdirnya
BalasHapusInformasi sangat mudah diterima dari kalimat yang diambil, begitu runtut dan luar biasa
BalasHapusSalutt...keren bu Afi, gaya bahasa dan strukturnya lugas dan runtut.
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih para sahabat penulis hebat, mari berproses bersama👌
BalasHapusWaah terdapat informasi tambahan di resume nya bu. Keren bisa menambah informasi baru.
BalasHapusDitunggu jejak dan kunjungan nya ya buu
👇👇👇
https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/02/melihat-sunrise-bersama-penerbit-mayor.html
wooo lengkap sekali dan bermakna resume nya bu
BalasHapus