Oleh: Afiatur Rizkiyah
Resume ke-4
Gelombang: 24
Tanggal: 24 Januari 2022
Tema: How To be the F1
Narasumber: Maesaroh, M.Pd
Moderator: Widya Setianingsih
Seperti biasa, sesekali saya buka grup
Belajar Menulis 24. Saya membaca tema yang akan disajikan pada pertemuan ke-4. Saya
merasa penasaran. Wah, tema yang sangat menarik sepertinya. Saya ingin tahu apa
sih F1 itu. Jangan-jangan Formula 1 atau F yang lain. Entahlah. Yang
terpenting, saya harus segera standby di depan laptop saya.
Selepas salat magrib dan mengaji, saya
nyalakan laptop. Sembari menunggu azan Isya, saya buka peramban Whatsapp Web.
Jangan sampai ketinggalan, batin saya. Namun, nyatanya, saya baru bisa fokus
mengikuti pelatihan malam ini, lewat dari waktu yang ditentukan.
Azan Isya sekarang agak malam. Kami sekeluarga
biasa menunaikan ibadah berjamaah. Hingga akhirnya saya baru bisa mengikuti
kelas setelah salat.
Saya mulai telusuri chat dalam grup WA.
Tepat pukul 19.00, Kak Widya telah membuka kelas dengan hangat. Sehangat kopi
yang saya seduh tadi. Sang moderator mengantarkan seorang narasumber hebat, Kak Maesaroh, dengan tema yang membuat saya penasaran sebelumnya. “How To
be The F1”.
Kak Widya menjelaskan rangkaian
kegiatan pelatihan yang terdiri dari pembukaan, pemaparan materi, tanya jawab
dan penutup. Tak lupa pula, Kak Widya mengingatkan peserta untuk mengisi tautan
absensi pelatihan.
Sembari menunggu kehadiran The Queen
of Diction (sebutan untuk Kak Maesaroh), Kak Widya menyajikan sebuah
puisi indah karya Kak Maesaroh. “Senja Mengukir Cinta” telah membuat saya
hanyut dalam diksi yang indah.
Saat yang ditunggu pun tiba. Kak Maesaroh yang lebih akrab dengan sebutan Kak May mulai membuka materi dengan perkenalan terlebih dahulu. Wanita dengan nama panggung "Blogger Millenial" ini menyebutkan kota kelahirannya yang unik dan terkenal dengan motto "Lebak Unique", Tanah Baduy, yang termasuk wilayah Provinsi Banten.
Selanjutnya, pemilik nama pena "Maydearly" ini mengungkapkan, bahwa dia sebenarnya merasa maju mundur untuk membawakan materi malam ini, karena melihat antusiasme peserta gelombang 23 dan 24 yang luar biasa. Sehingga mampu mengumpulkan lebih dari 30 resume pada pertemuan pertama.
Walau begitu, menurut Kak May, resume yang kita tulis, sebisa mungkin kita tempatkan pada posisi urutan teratas. Karena besar kemungkinan, kita akan memiliki pengunjung paling banyak. Sebagaimana pengalaman Kak May saat mengikuti kelas Belajar Menulis pada gelombang 18. Resume buatannya dalam waktu 24 jam, berhasil dikunjungi sebanyak 220 viewers dengan 54 komentar positif. Hal ini pasti akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang pemula.
Inilah yang mendasari perlunya pemaparan materi dengan tema "How To be The First One in Blog Writing" pada pertemuan ke-4 Pelatihan Menulis bersama PGRI kali ini.
Menurut Kak May, ada satu hal yang perlu ditekankan saat menulis resume. Hal itu adalah esensi tulisan. Target yang ingin dicapai setelah pelatihan ini adalah melahirkan buku solo. Tentu harus disiapkan resume dengan baik menggunakan gaya menulis yang baik pula.
Sebelum mengenal cara menulis resume dengan benar, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan resume.
Dalam https://www.maxmanroe.com/vid/surat/pengertian-resume.html disebutkan bahwa resume adalah ringkasan atau rangkuman dari suatu tulisan/ karangan panjang yang dipangkas dengan mengambil bagian pokok serta menyisihkan rincian dan ilustrasinya.
Resume adalah cara yang efektif untuk menjelaskan inti atau pokok dari sebuah informasi yang ingin disampaikan kepada orang lain. Misalnya resume sebuah buku atau karangan, resume dapat menjelaskan isi pikiran seorang pengarang menjadi lebih ringkas.
Nah, resume yang dimaksud dalam pelatihan ini adalah ringkasan dari materi yang disampaikan oleh narasumber, melalui media grup WA. Selanjutnya akan diresume dan ditulis dalam blog masing-masing peserta pelatihan.
Pada kesempatan kali ini, Kak May memaparkan cara menulis resume dengan benar, Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengamati materi dari narasumber dengan baik, Kemudian kita gunakan teknik parafrase, dan modifikasi menjadi bahasa sendiri (ATM) Amati, Tiru, Modifikasi. Kita harus bisa menggunakan gaya bahasa sendiri, tidak boleh copy paste. Be your self. Kita harus bisa menemukan karakter tulisan kita, sehingga menjadi kekhasan dalam bahasa tulisan yang kita buat. Dan bisa mengembangkan materi dengan relevansi sumber lain.
Selain itu, Kak May juga memberikan paparan bahwa kita perlu mengatur pola pikir kita. Dan untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menanamkan sikap percaya diri dan siap dengan kritikan, Selain itu, kita harus membangun tulisan di blog dengan bahasa informatif dan edukatif. Kak May menutup paparan materinya dengan sebuah kalimat motivasi "Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan."
Sesi berikutnya adalah tanya jawab. Terdapat beberapa pertanyaan yang pada intinya menanyakan hal yang sama. Tentang membuat tulisan yang berkarakter. Menurut Kak May, kita harus banyak membaca dan terus menulis. Tetapkan keyakinan bahwa kita bisa dan mampu.
Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana tips dan trik agar tidak melakukan plagiat dalam tulisan. Menurut Kak May, bisa menggunakan teknik parafrase. Dan masih banyak lagi beberapa pertanyaan lain yang bisa menjadi inspirasi dalam menulis resume yang baik.
Ketika ditanya tentang cara memainkan majas dalam sebuah karya, Kak May memberikan sebuah contoh karyanya yang berjudul "Takdir Cinta". Menurut Kak May, kita harus bisa memahami teknik menulis sense of jurnalism, di mana setiap benda yang disentuh, atau kita rasa, memiliki kontur tersendiri. Bisa lembut, keras, dingin, hangat, atau panas.
Setelah diskusi panjang, akhirnya tiba juga saat berpisah. Kak May menutup pelatihan dengan sebuah closing statement. "Tulisan adalah jembatan kenangan dan komunikasi paling hangat yang tidak akan diputus oleh waktu."
"Malam semakin lelah dan bersiap menuju peraduan. Keharuman mimpi melambai mesra mengajak kita untuk segera menuju pelukan malam." Untaian kalimat indah Kak Widya mengakhiri pertemuan malam ini.
Saya berharap, saya bisa menjadi The F1 . Walau bukan di malam ini. Semoga pada kesempatan berikutnya. Aamiin yaa robbal alamiin.
Ayo terus menulis dan jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan
BalasHapusInsya Allah Omjay. Terima kasih. Mohon bimbingannya ya.
BalasHapus