Setelah hampir dua tahun, kita hidup dalam suasana mencekam akibat rasa ketakutan akan terpapar covid-19, kini kita mulai memasuki tatanan kehidupan baru. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus yang begitu cepat dan mematikan. Beragam istilah dengan teknis yang bermacam-macam dilakukan oleh pemerintah. Lockdown, PSBB, hingga PPKM. Bahkan program vaksinasi juga telah diluncurkan dan terus digalakkan.
Dampak yang disebabkan wabah covid-19 dengan jenis variannya telah mengubah setiap aspek kehidupan di masyarakat, di seluruh penjuru dunia. Masyarakat harus mampu beradaptasi dengan keadaan ini. Kita dituntut selalu mematuhi protokoler kesehatan covid-19 di manapun berada. Mulai 3M, 5M dan 1D. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas serta selalu berdoa mohon perlindungan kepada Tuhan.
Pandemi juga berdampak pada dunia pendidikan. Terutama pada kegiatan pembelajaran. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk diterapkan lembaga pendidikan dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19. Mulai pemberlakuan kurikulum darurat akibat pandemi, pembelajaran jarak jauh, dan pembelajaran tatap muka terbatas. Lembaga pendidikan juga dituntut mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung terlaksananya prokes.
Memang dampak sosial adanya pandemi, telah banyak mengubah kebiasaan baik yang seharusnya ditanamkan pada peserta didik. Misalnya pembiasaan menghormati sosok guru atau orangtua dengan cara mencium tangan guru atau orangtua, akibat pandemi, akhirnya tidak dilakukan. Begitu juga kebiasaan berbagi dengan teman di sekolah, juga harus dihindari. Hal ini tentu menjadi hal yang saling bertentangan. Semoga saja pandemi segera usai, agar tatakrama yang merupakan nilai budaya ketimuran kita yang selalu kita banggakan, dapat tetap lekat sebagai identitas bangsa yang perlu dilestarikan.
Aamiin..aamiin.
BalasHapusIni bukan belajar..ini mah pakar. Ada videonya juga. Mantap
Terima kasih, mari bersama belajar. Salam kenal
HapusKeren
BalasHapusYa, semoga pandemi segera dan kita direpotkan lagi dengan "songo" alias masker. Saya ingin bebas. Kita ingin bebas. Walau tak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya pandemi kita banyak mendapatkan pembelajaran dan pemahaman baru dari banyak aplikasi yang berujung pada majunya nilai pendidikan
BalasHapus